Akibat dan Dampak Onani


Onani atau yang juga dikenal dengan masturbasi adalah usaha yang dilakukan oleh pria ataupun wanita untuk memberikan kepuasan seksnya tanpa berhubungan badan dengan lawan jenis. Onani atau masturbasi umumnya sering dilakukan oleh remaja umur 13-20 tahun, akan tetapi berdasarkan hasil yang dikumpulkan dari sejumlah penelitian onani juga sering dilakukan oleh pria atau wanita yang sudah menikah.

Berdasarkan banyak sumber yang pernah saya baca onani atau masturbasi sebenarnya banyak menimbulkan akibat serta dampak negatif baik dari segi fisik maupun psikis, namun ada juga beberapa sumber yang menyatakan bahwa masturbasi atau onani ini juga mengandung manfaat. Benarkah demikian?

Akibat dan Dampak Onani

Saya sendiri tidak mengetahui secara pasti (karena saya buka ahli dibidang ini) apa dampak dan akibat onani, yang bisa saya lakukan adalah hanya browsing untuk mendapatkan informasi yang mungkin akurat, dan berikut saya sharingkan akibat dan dampak onani yang saya kutip dari laman SURYA Online.

Ejakulasi Dini

Terlalu sering masturbasi menyebabkan ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga akan memakan waktu lama. Bagi pria yang masturbasi beberapa kali sebelum berhubungan intim, akan sulit mencapai klimaks.

Masalah lain yang timbul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan orang lain, dan lebih akrab dengan sentuhan diri. Terlalu sering melakukannya juga dapat memicu kulit lecet, pembengkakan organ intim karena tidak menggunakan pelumas.

Rasa bersalah

Masturbasi berdampak negatif secara psikologis. Banyak orang merasa malu dan bersalah setelah melakukannya karena terbentur nilai-nilai budaya, agama atau moral.

Tarik menarik antara kesenangan dan menahan diri berdampak pada harga diri, rasa percaya diri dan cinta. Perasaan bersalah dapat memicu efek psikosomatis seperti sakit kepala, sakit punggung, dan sakit kronis.

Masturbasi kronis

Masturbasi kronis mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering masturbasi dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.

Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT. Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga.

Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda, hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.

Masturbasi kompulsif

Masturbasi ini mempengaruhi kehidupan karena sudah menjadi kebiasaan. Sebagian pria yang masturbasi enam kali sehari bisa saja merasa produktif, sementara lainnya merasa sebaliknya.

Masturbasi kompulsif dapat berdampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, harga diri, keuangan, dan sosial, jika tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan hasrat.

Meski onani menawarkan kepuasan dengan mudah, namun dibalik itu semua banyak menimbulkan dampak dan akibat yang tentunya perlu dipertimbangkan, jadi intinya buat yang hobi onani, mudah-mudahan artikel Akibat dan Dampak Onani ini setidaknya bisa menjadi renungan agar kita tidak terjerumus dalam kenikmatan sesaat yang bernama onani.

source from : http://andriksugianto.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s